Ini 5 Kemungkinan Besar Penyebab Kamu Nggak Kunjung Punya Pacar

Ini 5 Kemungkinan Besar Penyebab Kamu Nggak Kunjung Punya Pacar

Kelamaan jomlo (baca: merasa kesepian) kadang mendesak keinginan dalam diri untuk segera punya pacar. Bagi yang nyalinya cetek pasti bergidik ketakutan sambil ngemut batu prasasti tiap ngeliatin orang pacaran. Aduh, gusti. Meuni ceurik sorangan, main sorangan, ibak sorangan. Geleuh..

Seiring keinginan punya pacar itu muncul ke permukaan dan waktu terus berjalan, akan ada momen di dalam hidup ketika kamu nggak kunjung punya pacar, padahal pengin banget pacaran. Nah loh, kenapa bisa gitu? Kayak ada selalu yang salah, kayak cowok.

Oke, mungkin ini penyebab yang paling besar kemungkinanya..

Males nyari

Faktor pertama kenapa kamu jomlo terus itu ya karena males nyari gebetan. Dikata gebetan kayak jelangkung, dateng sendiri tanpa dijemput. Nggaklah, harus dicari mau gimana pun juga. Males nyari tapi ngegerutu jomlo melulu.

Sebenarnya nggak menutup kemungkinan, lho, meskipun kamu males nyari, tapi ada yang ngedeketin, cuma ya kamunya nggak peka, terlalu pasif dalam melihat pesan-pesan tersirat yang berpotensi buat pedekate.

Entah alasannya apa. Kadang Kanda juga nggak ngerti sama jomlo yang kayak gini. Intinya M-A-L-E-S.

Terlalu pemilih

Kebanyakan mauBisa jadi nih kamu nggak kunjung punya pacar karena terlalu pemilih. Singkatnya: memilih seseorang yang mendekati kriteria kamu.

Kanda sering ngebahas tentang kriteria, bahwasanya kriteria itu perlu untuk standarisasi akan calon pasangan jadi nggak asal pilih gitu lho, tapi kadang pula malah jadi bumerang yang mempersulit diri untuk menemukan dia yang tepat, karena terlalu bertolok ukur dari kriteria tersebut.

Kalo terlalu pemilih dan ternyata Tuhan males nurutin kriteria kamu, ya udahlah kamunya jadi seonggok jomlo yang linglung sendiri kenapa nggak kunjung punya pacar. Ngomong noh sama kipas angin, biar kompakan geleng-geleng nggak ngertinya.

Salah lingkungan

Seringkah kamu bertanya-tanya di dalam benak, kenapa kamu nggak dapet calon pasangan seperti yang kamu inginkan di tempat kamu biasa berada?

Jawaban paling tepat adalah kamu nyari yang bukan di lingkungannya. Kalo kamu mau dapet calon yang rajin beribadah, nggak banyak tingkah, atau katakanlah nice person. Tapi lingkungan kamu berisi orang berperilaku sebaliknya, ya mau sampai pohon buah kuldi tumbuh di bumi juga ya nggak bakal nemu, Jon…….. tor.

Cobalah untuk mencari lingkungan baru yang kiranya berisi orang-orang yang seperti kamu butuhkan. Seriously, walaupun nggak langsung dapet secepat paket YES!-nya JNE, seenggaknya peluang kamu menemukannya akan lebih besar. Tunggu apa lagi?

Cara pendekatan kamu bikin nggak nyaman

Beberapa orang mempunyai cara pendekatan yang nggak disadari sering bikin gebetan nggak nyaman, malah bikin risi. Seperti perhatian yang berlebihan, suka minta dengan cara maksa, atau ngasih treatment yang belum wajar. Jelaslah sang gebetan perlahan menjauh atau justru tetiba ngilang.

Perlu digarisbawahi, definisi pendekatan setiap orang itu beda. Jadi, ya kamu juga harus kroscek dulu sang gebetan itu tipikal orang yang kayak gimana. Kalo kamu menerapkan cara pedekate yang bikin nggak nyaman karena nggak tepat sasaran, ya udahlah selalu berujung kegagalan.

Kebanyakan mau

Ini 5 Kemungkinan Besar Penyebab Kamu Nggak Kunjung Punya PacarKebanyakan mau ini fenomena ketika kamu mematok ekspektasi yang harus dimiliki calon pacarmu kelak. Ini salah satu yang Kanda resahkan juga, berangkat dari banyaknya quote-quote tentang definisi pasangan idaman yang beredar di media sosial (paling sering lihat di official akun LINE). Secara nggak sadar tuh ini mem-brain washing yang baca.

Maunya pasangan yang selalu ada dan perhatian, penuh kasih sayang, nggak ngobral janji dan php, berkomitmen, badan dan pendidikannya tinggi, rajin ibadah, cakep, sayang orang tua, mapan, wangi, lucu, jujur, berani, romantis, bawel, sabar, dan yang paling penting: nggak pernah lahir. Udah puas?

Masalahnya, kamu udah pantas belum memiliki pasangan kayak gitu dengan kualitas diri yang sekarang? Coba ngaca, jangan sampai ekspetasimu ketinggian tapi nggak diiringi kualitas diri yang masih banyak kekurangannya. Tau apa efeknya? Kamu jadi seorang delusional yang menyedihkan. Kalo udah disadarin kayak gini nggak usah berlindung di balik kalimat, “Kan, kalo sayang mah pasti menerima kekurangan pasangan!”

Ya kalo kurangnya satu-dua, lah kalo seabrek-abrek ya ogah juga. Udah gitu nggak ada kesadaran buat meningkatkan kualitas diri supaya sejajar. Pasangan idaman kayak gitu jelas nyari yang selevel, bukan sama spanduk pecel. Pantes aja nggak kunjung punya pacar, kebanyakan mau sih.

Udah tau kenapa kamu nggak kunjung punya pacar? Udah tau harus ngapain? Good. Perlu kamu tau bahwa pacarmu nantinya sedikit-banyak berasal dari cerminan dirimu sendiri. So, sambil nyari pacar, tingkatin kualitas diri supaya kamu dapet sesuai yang kamu butuh.

Silakan direnungi, semoga menyadarkan dan mencerahkan. Kembali kasih

Hal-Hal yang Bikin Kesal Anak Moestopo

Hal-Hal yang Bikin Kesal Anak Moestopo

Ada beberapa kampus yang letaknya di pinggir Jakarta. Misalnya, Universitas Indonesia. Walaupun itu universitas negeri, tapi kalau letaknya nggak di Jakarta jadi mengurangi tingkat kegaulan mahasiswanya. Mentok-mentok paling anak UI mainnya di Margo City atau Detos.

Beda nih sama kampus yang letaknya di tengah kota, kayak Moestopo. Kampus Moestopo dikelilingin 2 mall besar dan dikelilingin gedung perkantoran. Yap, kesannya anak-anak Moestopo itu gaul-gaul. Tapi, di balik kegaulan anak Moestopo, ternyata ada juga yang bikin mereka kesal.

Misalnya, hal-hal ini:

1.  Parkiran Sempit

Walaupun letaknya di tengah kota, Moestopo nggak punya lahan parkir yang besar. Kampus ini cuma punya parkiran motor, tempatnya juga sempit dan penuh. Yang bawa mobil harus rela parkir di pinggir jalan atau di taman Meksiko. Kalau yang punya banyak uang, bisa parkir di Senayan City atau STC.

2.  Nggak Punya Kantin

Layaknya sebuah kampus pasti punya kantin. Nah, kebayakan mahasisa baru pasti berpikiran kalau kantin Moestopo gede, secara letaknya di Senayan. Tapi, ternyata kampus ini sama sekali nggak punya kantin. Kalau mau makan,kamu harus ke sebrang kampus yang biasa disebut “meong”. Atau, kamu juga bisa makan di pinggir jalan dekat SD Meksiko.

3.  Letaknya Nyempil Diantara Bangunan Lain

Kalau kamu anak Moestopo, pasti sering banget dapat pertanyaan ini:

“Kampus lu di sebelah mana sih? Yang gede itu ya?”Kampusnya Artis

Pasti yang temen kamu maksud itu adalah Binus Internasional. Walaupun di tengah kota, tapi bangunan Moestopo nyempil diantara Binus dan rumah gede. Gedunya juga berada di belokan jalan, jadi banyak orang yang nggak ngeh kalau itu kampus Moestopo.

4.  Kampusnya Artis

Banyak banget artis yang kuliah di Moestopo. Kayak Shiren Sungkar, Zaskia Sungkar, Teuku Wisnu, Baim Wong, Chiko Jeriko, Gracia Indri, Samuel Zyglwyn, dan Mario “kahitna”. Secara kan artis itu cantik-cantik dan ganteng-ganteng, jadi bikin mahasiswa Moestopo minder. Anak Moestopo biasanya nggak mau kalah sama penampilan artis, makanya banyak mahasiswanya yang berdandan ala artis juga.

Menurut kamu, hal apa lagi yang bikin kesal jadi anak Moestopo?